Nilai Dalam Novel Karya Sastra Salsyabila Falensia: Santri Pilihan Bunda

Nama Saya Ameliya Ditasya dengan NIM 23016135, saya akan menyampaikan beberapa pesan atau nilai yang saya dapat dari membaca novel karya sastra dari Salsyabila Falensia yang berjudul “Santri Pilihan Bunda”

Novel ini menceritakan tentang Aliza Shaqueena Iqala, seorang gadis cantik pecandu batu es serta pemilik bulu mata lentik nan cantik. Hari-harinya yang biasa mendadak penuh kejutan manakala Ia harus menikah dengan santri yang dipilih bundanya. 

Rencana perjodohan ini tak pernah ada dalam bucket list Aliza, jangankan menikah dengan orang yang baru dikenal, menjalin hubungan asmara dengan lelaki yang sudah dikenal saja merupakan hal asing baginya. Ialah Kinaan Ozama El Fatih, santri pilihan bunda yang bakal jadi imam dalam hidup Aliza. Pria beralis tebal ini memiliki postur tubuh tinggi dengan paras yang boleh dibilang tampan nyaris tiada tanding, ya setidaknya dalam kehidupan Aliza. Pria yang terbiasa bersikap dingin ini mampu menjadi sosok yang hangat bagi Aliza. Meski harus menikah melalui jalan perjodohan, Kinaan memperlakukan Aliza dengan penuh kasih.

Sinopsis: 

Aliza Shaqueena Iqala, gadis cantik pecinta batu es dengan bulu mata lentik. Aliza dijodohkan dengan seorang santri pilihan bunda bernama Kinaan Ozama El Fatih, seorang santri pondok pesantren terkenal di kotanya. Pria tinggi dengan alis tebal, pahatan wajah yang terbilang sempurna, serta rahasia dalam dirinya.

Hubungan aliza dan kinaan berjalan lancar. Aliza merasa beruntung memiliki suami seperti Kinaan. Di balik sikap dingin Kinaan terdapat sikap dermawan, Kinaan banyak merubah nasib hidup orang orang di sekitarnya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Sayangnya dalam menjalankan hubungan tersebut, ada seorang remaja laki-laki bernama Zero yang membuat aliza celaka hingga keguguran.

Zero sangat jahat berani memukul Aliza. Tidak hanya Aliza, kakak Aliza pun ikut di aniaya. Hal ini terjadi karena zero depresi dan tertekan sehingga ia melampiaskannya kepada orang-orang di sekitarnya. Zero di paksa untuk sukses dengan jalan yang orang tuanya buat dengan mengurus perusahaan yang bidangnya tidak ia sukai dan sulit ia kuasai. Orang tua zero melakukan itu karena masalah utang pada perusahaan lain.

Pesan dan nilai-nilai yang dapat di ambil:

1. Tidak selamanya perjodohan yang diatur orang tua menyebabkan ketidakbahagiaan sang anak, orang tua sejatinya ingin yang terbaik untuk anaknya. Aliza yang menemukan kebahagiaan menjalani rumah tangga bersama Kinaan, seorang santri yang dipilihkan untuknya oleh sang Bunda.
2. Pentingnya nilai kejujuran. Lewat beberapa karakter (salah satunya Zena), memendam kebohongan justru malah membuat hidup sengsara dan tidak tenang.
3. Sosok Kinaan yang cuek dan dingin ternyata merupakan sosok yang dermawan dan suka menolong sesama. Ternyata janganlah menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja.
4. Meski pernikahan ini merupakan sebuah perjodohan. Namun, baik Aliza dan juga Kinaan benar-benar menjalani rumah tangga yang baik dan menajalankan semua kewajiban masing-masing.


Daftar Pustaka

Falensia, Salsyabila. 2021. Santri Pilihan Bunda. Depok: Claud Books.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Novel Karya Tenderlova: “Tulisan Sastra”

ANALISIS UNSUR INSTRINSIK DAN EKSTRINSIK TEKS CERPEN “SURAT UNTUK EMAK” KARYA E ROKAJAT ASURA Oleh: Ameliya Ditasya (23016135) Email: Ameliya.1425@gmail.com

Nilai Dalam Novel Karya Sastra Azhara Natasya: Retak