ANALISIS UNSUR INSTRINSIK DAN EKSTRINSIK TEKS CERPEN “SURAT UNTUK EMAK” KARYA E ROKAJAT ASURA Oleh: Ameliya Ditasya (23016135) Email: Ameliya.1425@gmail.com
Abstrak
Cerpen “Surat Untuk Emak”karya dari E Rokajat Asura adalah sebuah karya sastra yang menceritakan tentang krinduan seorang anak yang berada di perantauan kepada emaknya di kampung, yang disampaikannya melalui surat-surat yang dia kirim untuk emaknya agar beliau mengetahui kerinduan dan keadaan anaknya di perantauan. Dilakukan analisis terperinci terhadap unsur instrisik dan ekstrinsik pada cerpen “Surat Untuk Emak”. Unsur instrinsik yang di analisis meliputi tema, alur, tokoh, penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Sedangkan untuk unsur ekstrinsik yang di analisis meliputi latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen.
1. Pendahuluan
Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang tergolong dalam prosa. Unsur – unsur dalam meneliti prosa tidak lepas dari unsur unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Cerpen merupakan bentuk karya sastra yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan dan nilai kepada pembaca. Cerpen “Surat Untuk Emak” menceritakan tentang krinduan seorang anak yang berada di perantauan kepada emaknya di kampung, yang disampaikannya melalui surat-surat yang dia kirim untuk emaknya agar beliau mengetahui kerinduan dan keadaan anaknya di perantauan. Dalam jurnal ilmiah ini dilakukan analisi terperinci terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik cerpen “Surat Untuk Emak” guna memahami pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya.
2. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sastra. Data yang digunakan adalah cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura. Data akan di analisis berdasarkan unsur instrinsik dan ekstrinsik cerpen.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1 Unsur Instrinsik Cerpen
3.1.1 Tema: Tema atau gagasan pada cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura yaitu kehidupan seorang anak di perantauan, ia sering mengirim surat untuk emaknya di kampung, agar emaknya mengetahui keadaannya.
3.1.2 Alur: Alur atau jalan cerita terdapat tiga macam yaitu alur maju, alur mundur, dan alurpendek. Pada cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura adalah alur maju. Seperti pada kutipan berikut:
“Mak, apa kabar? Semoga emak sehat. Alhamdulillah sekarang saya sama istri juga sehat. Ya, disehat-sehatkan saja, Mak. Banyak mengeluh juga percuma. Setiap hari dipaksa banting tulang, pulang kerja badan serasa rontok. Maklum, Mak, saya kan hanya lapisan paling bawah dari kehidupan kota besar ini. Mungkin tidak termasuk hitungan siapa pun dan apa pun kecuali pada saat pemilihan umum. Berangkat dari kontrakan berlomba dengan suara kokok ayam, pulang ketika semua orang sudah lelap”
3.1.3 Tokoh: Tokoh utama dalam cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura yaitu Ujang Anak Emak.
Tokoh kedua adalah emak, dan toko tambahan atau sampingan yaitu Istri Ujang
3.1.4 Penokohan:
1. Ujang merupakan sosok yang sangat menghormati dan menyayangi emak dan istrtinya. Di dalam cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura, Ujang adalah seorang buruh kecil di sebuah kota besar dan istrinya seorang PSK yang bagi Ujang seorang pahlawan yang sangat disayanginya. Seperti pada kutipan berikut:
“Sembah sungkem untukmu, Mak. Saya sekarang bingung sebab istri saya sedang mengandung”
“Yth Emak
Mak, apa kabar? Semoga emak sehat. Alhamdulillah sekarang saya sama istri juga sehat”
“Kata orang, istri saya itu PSK tapi bagi saya tetap saja pahlawan, Mak. Sebab sampai hari ini dia masih tetap sayang dan hormat sama saya, seperti juga hormat dan sayangnya saya pada dia yang tak pernah bisa diukur. Tidak bisa dimungkiri setiap malam istri saya menjual tubuhnya, tapi bukan dirinya. Bukan menjual hatinya. Sebab diri dan hatinya tetap milik saya seutuhnya”
2. Emak merupakan sosok yang sangat menyayangi anaknya Ujang, selalu berdoa akan kesehatan dan kebahagiaan anaknya. Seperti pada kutipan berikut:
Ujang anak emak yang baik.
“Tak perlu dibuat sedih, sebab hidup sudah ada yang mengatur. Boleh kamu sedih kalau sudah lupa pada kekuatan yang Maha Menghidupkan. Boleh kamu menangis kalau hidup sudah lupa dari siapa sumber kehidupan. Bangkitlah, Nak. Lihat matahari. Matahari tak pernah sekalipun terlambat untuk terbit.
Doa emak menyertai hidupmu”
Emak.
3. Istri Ujang adalah sosok yang selalu hormat kepada suami, dan sangat menyayangi suaminya. Seperti pada kutipan berikut:
“Sebab sampai hari ini dia masih tetap sayang dan hormat sama saya, seperti juga hormat dan sayangnya saya pada dia yang tak pernah bisa diukur”
3.1.5 Latar: Latar atau tempat terjadinya peristiwa dalam sebuah cerita terbagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana.
Latar tempat yang terjadinya peristiwa pada cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura adalah kota besar, rumah praktik bidan, kantor polisi, dalam tahanan. Seperti pada kutipan berikut:
“Maklum, Mak, saya kan hanya lapisan paling bawah dari kehidupan kota besar ini”
“Sore itu juga saya kembali ke tempat praktik bidan, menebus anak dan istri. Memang belum lunas seluruhnya, tapi Bu Bidan berbaik hati, sisanya bisa dicicil katanya”
“Sejak saat itulah saya tidak bisa ke mana-mana, Mak, sebab ditahan di kantor polisi”
“Dari dalam tahanan polisi tanpa tahu apa kesalahannya, anak yang merindukan emaknya itu terus menulis surat, lalu menitipkannya kepada petugas”
Latar waktu yang terdapat pada cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura adalah lain waktu, kemarin, selang seminggu, sore hari, selang sebulan, suatu hari. Seperti pada kutipan berikut:
“Lain waktu terpikir kalau anak kami kelak perempuan, akan diberi nama Susi”
“Mak, kemarin istri saya melahirkan, laki-laki, sehat, demikian juga istri saya sehat dan selamat”
“Selang seminggu saya ketemu ibu itu lagi. Minta tolong lagi. Kali ini mengantarkan barangnya ke daerah Bogor”
“Sore itu juga saya kembali ke tempat praktik bidan, menebus anak dan istri”
“Selang sebulan setelah saya menerima gaji, kami bertemu lagi dengan ibu itu tak jauh dari tempat praktik bidan”
“Suatu hari ketika menangis di dalam tahanan, seorang petugas menghampiri dan menyodorkan sepucuk surat”
Latar suasana yang terdapat pada cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura adalah kesusahan dan lelah, berbangga, kebingungan, kekhawatiran, senang, kerinduan, kesedihan. Seperti pada kutipan berikut:
“Banyak mengeluh juga percuma. Setiap hari dipaksa banting tulang, pulang kerja badan serasa rontok. Maklum, Mak, saya kan hanya lapisan paling bawah dari kehidupan kota besar ini. Mungkin tidak termasuk hitungan siapa pun dan apa pun kecuali pada saat pemilihan umum. Berangkat dari kontrakan berlomba dengan suara kokok ayam, pulang ketika semua orang sudah lelap”
“Kalau emak pernah bertemu dengan istri saya dan menanyakan bagaimana bangganya saya, bangga sekali, Mak. Istri saya itu patriot sejati, di dadanya bersemayam jiwa nasionalis”
“Saya sekarang bingung sebab istri saya sedang mengandung”
“Mak. Saya khawatir kalau dikasih nama terlalu berat, anaknya kelak jadi sakit-sakitan”
“Senang sekali ketika saya mendengar gurauan suster, katanya anak kami itu calon orang pinter”
“Dari dalam tahanan polisi tanpa tahu apa kesalahannya, anak yang merindukan emaknya itu terus menulis surat, lalu menitipkannya kepada petugas”
“Suatu hari ketika menangis di dalam tahanan, seorang petugas menghampiri dan menyodorkan sepucuk surat”
3.1.6 Sudut Pandang: Sudut pandang adalah arah pandang seorang pengarang dalam menyampaikan cerita, serta cara penulis dalam memandang dan menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Adapun sudut pandang dalam cerpen terdapat tiga macam, yaitu sudut pandang orang pertama, orang kedua dan ketiga. Adapun sudut pandang pada cerpen “Surat Untuk Emak” ini adalah sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Seperti pada kutipan berikut:
“Alhamdulillah sekarang saya sama istri juga sehat. Ya, disehat sehatkan saja, Mak”
“Dia memang tidak tahu kalau selama ini emaknya tak pernah sekali pun menerima surat itu”
3.1.7 Gaya Bahasa: Dialog, naskah atau percakapan dalam cerita memiliki style atau gaya bahasa yang berbeda-beda, tergantung dari tema atau kategori cerpen yang ditulis. Pada cerpen “Surat Untuk Emak” gaya bahasa yang digunakan yaitu:
Metafora: Perbandingan kata yang bukan sebagai arti sebenarnya.
“Setiap hari dipaksa banting tulang, pulang kerja badan serasa rontok. Maklum, Mak, saya kan hanya lapisan paling bawah dari kehidupan kota besar ini”
Hiperbola: Suatu ucapan atau gambaran yang melebih-lebihkan suatu kondisi.
“Istri saya itu patriot sejati, di dadanya bersemayam jiwa nasionalis”
“Aduh, Mak, serasa mendengar petir di siang bolong. Biayanya besar sekali”
“Tapi saya yakin sekalipun terhalang gunung dan samudra, seorang ibu akan mendengar rintihan anaknya”
Litotes: Gaya bahasa yang bertujuan untuk merendah.
“Maklum, Mak, saya kan hanya lapisan paling bawah dari kehidupan kota besar ini. Mungkin tidak termasuk hitungan siapa pun dan apa pun kecuali pada saat pemilihan umum”
“Saya hanya buruh kecil di kota besar ini. Hanya remah rengginang dalam pusaran kota besar, yang tak memiliki apa-apa, selain satu suara pada saat pemilihan umum”
3.1.8 Amanat: Amanat atau pesan merupakan pelajaran yang dapat diambil dari sebuah cerita. Adapun pesan yang terdapat pada cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura adalah:
Berhati-hatilah dalam bertindak, jangan gegabah. Jangan berpikir bahwa merantau ke kota besar akan memberikan kejayaan. Jika seseorang meminta tolong yakinkan bahwa hal itu tidak akan membahayakan diri kita sendiri. Sesekali pulang untuk mengetahui keadaan orang tua, penyesalan akan dating disaat beliau telah tiada
3.2 Unsur Ekstrinsik Cerpen
3.2.1 Latar Belakang Pengarang: Dalam cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura latar belakang dari E Rokajat Asura yaitu:
Enang Rokajat Asura lahir di Rancaekek, Kabupaten Bandung tahun 1965. Ia mulai menulis secara serius dan dikirimkan ke media masa cetak sekitar tahun 1990-an. Awalnya menulis cerita pendek dalam bahasa Sunda, lalu cerpen dalam bahasa Indonesia, artikel dan berita pikiran Rakyat Minggu dan Surat Kabar Mingguan Galura, terus merambah ke Jawa Pos, Mingguan Mandala, Majalah Mangle, Suara Karya Minggu, Kompas Minggu, Mingguan Swadesi, Mingguan Mutiara, Mingguan Terbit, Mingguan Gala, dan Tabloid Citra. Selama bergelut dalam dunia tulis-menulis sering mendapat penghargaan di antaranya Juara III Lomba Mengarang Filateli Nasional 1986, Juara III Menulis Drama LBSS dengan judul “ Mega Peuray “ 1989, Juara Harapan Menulis Drama LBSS dengan judul “ Ngadakwa “ 1989, Juara I Mengarang Perpustakaan Jawa Barat 1990.
3.2.2 Latar Belakang Masyarakat: Dalam sebuah cerpen, latar belakang masyarakat bisa menjadi penentunya nilai ekstrinsiknya. Dalam cerpen “Surat Untuk Emak” latar belakang masyarakat yang di pakai merupakan unsur kondisi ekonomi dan kondisi social.
3.2.3 Nilai-Nilai yang terkandung: Nilai yang terkandung Dalam cerpen “Surat Untuk Emak” adalah nilai moral, nilai sosial dan nilai agama.
4. Kesimpulan
Cerpen “Surat Untuk Emak” karya dari E Rokajat Asura ber tema kehidupan seorang anak di perantauan, ia sering mengirim surat untuk emaknya di kampung, agar emaknya mengetahui keadaannya, alur yang digunakan adalah alur maju. Tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen ini adalah Ujang, Emak dan Istri Ujang, peristiwa dalam cerpen berlatar di kota besar, rumah praktik bidan, dan kantor polisi. Sudut pandang yang di gunakan penulis merupakan sudut pandang orang ke tiga dan sudut pandang orang pertama, dan gaya Bahasa yang digunakan yaitu metafora, hiperbola, dan litotes. Amanat dari cerpen ini adalah berhati-hatilah dalam bertindak, jangan gegabah. Jangan berpikir bahwa merantau ke kota besar akan memberikan kejayaan. Jika seseorang meminta tolong yakinkan bahwa hal itu tidak akan membahayakan diri kita sendiri. Sesekali pulang untuk mengetahui keadaan orang tua, penyesalan akan dating disaat beliau telah tiada.
5. Daftar Pustaka
Asura, E Rokajat. 2023. Cerpen Surat Untuk Emak. https://app.komp.as/YLnNGWHyPBGQjAZi9 . (25 Oktober 2023)
Komentar
Posting Komentar