Nilai Dalam Novel Karya Sastra Sophie Aulia: Azzamine
Nama Saya Ameliya Ditasya dengan NIM 23016135, saya akan menyampaikan beberapa pesan atau nilai yang saya dapat dari membaca novel karya sastra dari Sophie Aulia yang berjudul “Azzamine”
Novel ini menceritakan tentang perjalanan cinta Azzam dan Jasmine yang bermula dari perjodohan. Azzam merupakan seoarang pria yang sholeh, baik hati, lemah lembut, dan penyabar. Sedangkan, Jasmine merupakan seorang wanita yang lumayan tomboy dan kurang sopan. Kisah cinta Azzam dan Jasmine terhalang oleh kehadiran Deka, kekasih Jasmine yang sudah menemaninya selama 4 tahun.
Sinopsis:
“Jika saya sudah merasa sayang sama kamu, angka-angka yang besar tidak akan bisa menggambarkan rasa sayang saya ke kamu, Jasmine.”
“Lalu, digambarkan pake apa?”
“Sepertiga.”
“Hanya sepertiga?”
“Iya, saya akan selalu menyebut namamu di sepertiga malam saya, Jasmine.”
Raden Azzam Al-Baihaqi tiba-tiba saja datang di hidup Haura Jasmine melalui sebuah perjodohan. Raden Azzam Al-Baihaqi merupakan sosok pria yang hampir mendekati kata sempurna. Bagaimana tidak, pria yang akrab dipanggil Azzam ini merupakan lulusan pesantren, juga lulusan dari Universitas Islam tertua di dunia, yaitu Al-Azhar.
Azzam hafal hafiz 30 juz. Ia juga memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam berbahasa Arab. Azzam merupakan sosok yang sholeh, baik hati, penyabar, dan mampu membuat semua orang yang melihatnya merasa kagum akan dirinya.
Terlepas dari sosoknya yang dinilai hampir sempurna, Azzam memiliki ketertarikan pada seorang gadis yang memiliki kepribadian, yang dapat dikatakan bertolak belakang dengan kepribadiannya. Gadis itu dikenal sebagai sosok yang cukup tomboy dan kurang sopan.
Tidak banyak orang yang mengetahui alasan Azzam yang menjatugkan hatinya pada seorang gadis yang dikenal dengan nama Haura Jasmine. Sebab, orang-orang melihat kedua orang itu sangat kontras, bagai langit dan bumi. Namun, Azzam memiliki alasannya sendiri, mengapa ia bisa jatuh hati pada sosok Jasmine.
Jasmine merasa tidak siap dengan perjodohannya ini. Jasmine pun meminta Azzam untuk mundur. Alasan Jasmine menyuruh Azzam mundur saja bukan karena tidak suka, melainkan Jasmine yang pemalas itu merasa tidak pantas jika disandingkan dengan Azzam yang selalu membawa keteduhan di setiap tingkah laku dan tutur katanya.
Jasmine terus menghindar dari Azzam, tetapi Azzam tak patah semangat. Dengan perilaku dan tutur katanya yang lembut, Azzam selalu membuat Jasmine luluh. Semakin ia menjauh, sosok Azzam justru semakin sering muncul di dalam pikiran Jasmine. Di sisi lain, Jasmine masih memiliki hubungan dengan seorang lelaki bernama Deka.
Deka adalah kekasihnya, yang sangat menyayanginya selama empat tahun terakhir. Jasmine kemudian harus segera menentukan pilihan hatinya.
Pesan dan nilai-nilai yang dapat di ambil:
1. Dari sosok Azzam, kita dapat belajar untuk menjadi seorang yang memegang teguh kepercayaan yang kita miliki.
2. Dari sosok Azzam juga, kita dapat belajar untuk menjadi pribadi yang tidak sombong, dan tidak menghakimi orang lain. Seperti Azzam yang tidak menghakimi sosok Jasmine yang dikenal sebagai sosok yang kurang baik oleh orang lain, dan malah melihat kebaikan yang dimilikinya.
3. Kita juga dapat meneladani sosok Jasmine yang ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Sebab, waktu akan terus berjalan, dan hidup akan selalu berproses. Maka itu, kita hendaknya juga dapat berproses bersama dengan hidup, dengan menciptakan perkembangan diri menjadi lebih baik setiap harinya.
4. Tutur kata dan tingkah laku Azzam didalam novel dapat menjadi cerminan yang baik sebagai seorang remaja muslimin.
Daftar Pustaka
Sophie Aulia. 2022. Azzamine. Jakarta: Bukune
Komentar
Posting Komentar