Nilai Dalam Novel Karya Sastra Luluk H.F: Mariposa
Nama Saya Ameliya Ditasya dengan NIM 23016135, saya akan menyampaikan beberapa pesan atau nilai yang saya dapat dari membaca novel karya sastra dari Luluk H.F yang berjudul “Mariposa”
Mariposa bercerita tentang Acha gadis berparascantik dan Iqbal berhati dingin dengan hidupmonotonnya. Kisah ini berawal dari Acha yangaberjuang untuk mendapatkan hati Iqbal. Acha takpernah gentar meruntuhkan kuatnya tembokpertahanan hati Iqbal yang belum pernahberpacaran dengan gadis manapun. Sikap seringcuek dari Igbal tak membuat Acha menyerah begitu saja.
Suatu ketika sikapnya Iqbal membuat Acha menyerah dan menerima cinta tulus dari Juna. Namun, tanpa Acha sadari Iqbal menyimpan rasa padanya sehingga Iqbal mencoba mencegah Acha agar tidak menerima cinta dari Juna. Acha sangat bahagia mendengar akan hal itu karena jauh dalam hati Acha tidak ada rasa sedikitpun terhadap Juna. Hingga akhirnya Acha dan Iqbal mengubah status mereka dengan berpacaran. Walaupun mereka telah berpacaran, sikap Iqbal tetap dingin kepada Acha. Acha juga sabar karena Iqbal dapat membuktikan keseriusannya.
Sinopsis:
Novel Mariposa mengisahkan seorang gadis cantik bernama Natasha Kay Loovi atau kerap disapa Acha yang memperjuangkan cintanya terhadap seorang laki-laki berhati beku dan super dingin–bagaikan es–dengan kehidupannya yang serba monoton, bernama Iqbal. Mereka berdua adalah siswa yang sangat pintar di sekolah.
Bagi Acha, di kamus kehidupannya itu tidak ada kata ‘menyerah’, terutama untuk meluluhkan sikap dingin Iqbal dan dinding pertahanan hati Iqbal yang tidak pernah disinggahi oleh perempuan manapun. Segala penolakan dan sikap acuh tak acuh yang sering Iqbal lakukan, tidak akan membuat Acha mundur untuk mendapatkan hatinya.
Bagaimana Acha bisa menyukai laki-laki berhati beku seperti Iqbal?
Kisah itu berawal saat pertemuan tidak sengaja antara Acha dan Iqbal di sebuah camp Olimpiade yang mana ketika Acha melihat Iqbal untuk pertama kalinya, ia pun langsung terpesona akan sosok Iqbal. Saat itu, Acha tidak satu sekolah dengan Iqbal, malahan yang satu sekolah dengan Iqbal adalah Amanda, yakni teman baik masa kecil Acha.
Di salah satu kafe, Acha bertemu dengan Iqbal untuk yang kedua kalinya secara tidak sengaja. Di situ, tujuan utama Acha hanya satu, yaitu meminta nomor telepon Iqbal. Akan tetapi, hal itu pun tidaklah berhasil. Acha bertekad untuk pindah dari SMA Triabuna ke sekolah di mana Iqbal dan Amanda bersekolah, yaitu SMA Arwana.
Setelah itu, Acha kembali melanjutkan rencananya yang gagal, dengan nekatnya Acha menghalangi Iqbal sebelum masuk ke dalam kelas. Akan tetapi, lagi dan lagi hal itu tidak jua berhasil. Hal lain yang Acha lakukan adalah menyatakan perasaannya secara langsung kepada Iqbal, tetapi saat itu Iqbal menyangka bahwa gadis itu sedang sakit, bahkan tidak waras.
Hingga akhirnya, Acha mendapatkan nomor telepon Iqbal dari kedua sahabat Iqbal, yaitu Rian dan Glenn. Namun, hal itu tidaklah gratis sebab Acha membayarnya dengan sekotak pulpen dan 7 buah mistar atau penggaris.
Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Acha dan Iqbal adalah murid yang pandai. Acha dan Iqbal pun dikirim untuk menjadi perwakilan sekolah dalam Olimpiade Sains tingkat Nasional. Acha dan Iqbal tidaklah berdua, mereka juga satu tim dengan Juna yang mana nanti selama kurang lebih tiga bulan, mereka akan dibimbing oleh Pak Bambang.
Selama tiga bulan itulah intensitas pertemuan antara Acha dan Iqbal akan semakin sering dan selama itu pula, Acha tidak pernah absen untuk bertanya pada Iqbal bahwa apakah dirinya sudah menyukai Acha. Namun, Iqbal selalu menjawab, “Tidak”.
Di suatu pagi hari, Acha memberikan kue coklat keju kepada Iqbal sehingga ia datang lebih pagi dan bergegas menuju kelas Iqbal. Akan tetapi, dengan sangat terkejutnya, Acha melihat Iqbal sudah datang dan ada seorang gadis yang tengah duduk di samping Iqbal. Gadis itu ternyata adik kelas yang turut serta dalam tim Olimpiade Fisika, Tesya namanya. Tesya sedang menanyakan terkait soal yang tidak dipahaminya kepada Iqbal sebab Iqbal merupakan juara dari Olimpiade Fisika tingkat Nasional.
Saat itu, Acha bergegas masuk dan memecahkan suasana antara Iqbal dan Tesya dengan memberikan sekotak kue coklat keju tersebut pada Iqbal dan menatap adik kelas itu dengan tatapan yang tidak biasa. Acha tidak tinggal diam, ia mengatakan pada Tesya untuk menjaga jarak kepada Iqbal, tetapi Iqbal justru tidak membela Acha sehingga Acha pergi dengan hati yang teriris.
Ketika jam istirahat, Acha masih tampak murung dan sedih, kemudian Amanda mengajaknya ke kantin sebab barangkali suasana ramainya kantin dapat menghibur Acha. Namun, bukannya menghibur, justru ada suatu pemandangan yang membuat rasa geram Acha semakin meningkat. Tampak di hadapannya, Iqbal, Glen, dan Rian sedang bersama adik kelas yang tadi, Tesya.
Acha dengan segala emosinya bergegas menghampiri meja mereka dan menyuruh Tesya untuk pindah sebab Acha menganggap bahwa tempat itu hanya boleh ditempati olehnya. Akan tetapi, Iqbal malah menyuruh Tesya untuk jangan berpindah di hadapannya. Acha pun semakin murka, mengencangkan suaranya, dan berkata pada Tesya untuk segera pindah serta pergi dari hadapannya.
Seketika, suasana kantin menjadi hening dan semua orang tertuju ke mereka. Iqbal meletakkan dengan kuat sendok serta garpunya hingga terdengar bunyi yang amat nyaring. Iqbal justru memaki-maki Acha hingga menangis, dan nahasnya Iqbal mengatakan bahwa Acha adalah perempuan murahan. Saat itu juga, Acha berlari ke taman di belakang sekolah sembari menangis.
Pesan dan nilai-nilai yang dapat di ambil:
1. Cinta Kasih Orang Tua
Ibu Kirana sebagai mama nya Aca yang mencintai dan merawat aca dengan tulus dan penuh kasih. Sehingga membuat Aca sangat menyayangi mamanya tersebut. Perlakuan lembut dan penyayangnya bisa kita contoh dalam mendidik anak-anak.
2. Keterbukaan
Dimana Ikbal mulai terbuka dengan perasaanya terhadap Aca. Bahwa Ikbal belum yakin tentang perasaannya tersebut. Aca mencoba meyakinkan dan membuat Ikbal yakin dan berjanji untuk mencintai dan menjaga Aca serta bersedia selalu berada di samping Aca.
3. Kejujuran
ketika Ikbal menyatakan cinta terhadap Aca bahwa ingin menjadi pacar Aca. itu merupakan sikap jujur Ikbal terhadap Aca.
Membuat aca tersenyum dan hampir hilang kendali untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu bukan mimpi. Lelaki pujaannya akhirnya membalas cintanya juga.
4. Menolong Sesama
Nilai yang terkandung dalam Novel Mariposa lainnya yaitu menolong sesama. Ikbal di gambarkan penulis sebagai seorang pria tampan yang berjiwa sosial tinggi.
Sehingga ketika melihat ada yang perlu bantuan Ikbal dengan senang hati serta ringan tangan untuk membantunya. Baik yang di kenal maupun tidak di kenal. Hal tersebut dapat di gambarkan dalam narasi ketika ada seorang anak kecil yang meminta bantuan karena ayahnya kecelakaan dan belum di tangani.
Ikbal dengan sigap membantu anak kecil tersebut dan meyakinkan anak tersebut bahwa ayanhnya akan baik-baik saja.
5. Rasa Syukur
Rasa syukur mereka panjatkan ketika Ikbal menjadi 10 besar olimpiade sains nasional tingkat SMA.
Rasa syukur lainnya ketika Mr. Bov ayahnya Ikbal kambuh jantungnya dan mengucapkan terima kasih terhadap sang dokter karena telah menanganinya dengan baik.
Daftar Pustaka
Luluk H.F. 2019. Mariposa. Depok: Coconut Books
Komentar
Posting Komentar