Nilai Dalam Cerpen Karya Sastra Rinal Sahputra: Senyum di Wajah Jamilah
Nama Saya Ameliya Ditasya dengan NIM 23016135, saya akan menyampaikan beberapa pesan atau nilai yang saya dapat dari membaca cerpen karya sastra dari Rinal Sahputra yang berjudul “Senyum di Wajah Jamilah”
Cerpen ini menceritakan tentang Jamilah, salah satu pasukan inong balee (pasukan wanita gerakan aceh Merdeka) yang menyamar sebagai juru masak di markas tentara, dia berniat meracuni para tentara tersebut. Jamilah diberikan tanggung jawab untuk memasak masakan Aceh untuk para tentara disana. Keluarga Jamilah dibantai secara biadap di depan matanya , setiap mengingat hal tersebut amarah Jamilah selalu memuncak. Suami Jamilah dibunuh para tentara karena dituduh sebagai mata-mata yang membantu Gerakan Aceh Merdeka, dan anaknya meninggal dikarenakan demam berdarah dan dia tidak punya biaya untuk mengobati anaknya, karena semenjak kepergian suaminya ia mengalami anjloknya perekonomian. Jamilah berpikir dengan membunuh para tentara tersebut, setidaknya istri, anak, dan keluarganya merasakan penderitaan yang sama.
Sinopsis:
Jamilah sesaat terlihat ragu. Bungkusan hitam di tangannya hampir terjatuh. Baju kurung dan kerudung yang lebar sama sekali tidak mampu menyembunyikan gemetarnya. Menarik napas dalam-dalam dan mengucapkan doa seolah itu adalah momennya yang terakhir, Jamilah sekuat tenaga berusaha menenangkan diri. Kesalahan sekecil apa pun akan mengacaukan semua rencananya. Sebagai salah satu pasukan inong balee yang menyamar sebagai juru masak di markas tentara, dia ditugasi untuk meracuni para tentara itu. Racun yang dimilikinya tidak dimaksudkan untuk membunuh para tentara itu secara seketika. Mereka bahkan tidak akan sadar sudah diracuni hingga 3 bulan berikutnya. Mulanya mereka akan mengalami batuk kering yang diikuti demam. Mereka akan mati secara perlahan.
Jamilah diberikan tanggung jawab untuk memasak makanan khas Aceh setiap hari rabu dan minggu, dibantu oleh beberapa tentara sebagai asistennya. Jamilah belum pernah membunuh orang. Tetapi dia sudah sering melihat kematian. Seluruh keluarganya dibantai secara biadab di depan mata kepalanya sendiri. Setiap mengingat saat Ayah, Mak, Nek syiek, Pakwa Johan, dan suaminya dibunuh, Jamilah merasakan aliran darahnya mendidih. Bekerja di sini seperti penyiksaan tanpa akhir baginya. Andai dia bisa memilih, tentunya dia akan melompat ke arah para tentara itu dan menghujamkan mata rencongnya tepat di jantung mereka.
Pesan dan nilai-nilai yang dapat di ambil:
1. Kasih sayang kepada keluarga
Atas dasar sayang kepada anak dan keluarga, kita bisa melakukan apapun walau mungkin yang di lakukan ada baik atau buruknya, seperti dalam kutipan cerpen:
“Setiap mengingat saat Ayah, Mak, Nek syiek, Pakwa Johan, dan suaminya dibunuh, Jamilah merasakan aliran darahnya mendidih. Bekerja di sini seperti penyiksaan tanpa akhir baginya. Andai dia bisa memilih, tentunya dia akan melompat ke arah para tentara itu dan menghujamkan mata rencongnya tepat di jantung mereka.”
2. Cekatan
Seperti dalam kutipan cerpen:
“Para tentara itu sedikit terkejut mendengar suara Jamilah. Mereka bahkan sepertinya sama sekali tidak menyadari saat Jamilah dengan cekatan meraih karet ikat rambutnya dan meletakkan racun itu di antara daun ubi dan melinjo.”
3. Cerdik
Seperti dalam kutipan cerpen:
“Baju kurungnya mulai basah kuyup oleh hawa panas dari tungku memasak dan terik matahari di luar. Beberapa tentara yang berada di dapur ikut melepaskan seragam mereka dan hanya mengenakan kaos lengan pendek. Jamilah melihat hal itu sebagai sebuah kesempatan besar.
”Pak, apa boleh saya minta dibawakan kipas angin? Terlalu panas di sini!”
Para tentara itu sedikit terkejut mendengar suara Jamilah. Mereka bahkan sepertinya sama sekali tidak menyadari saat Jamilah dengan cekatan meraih karet ikat rambutnya dan meletakkan racun itu di antara daun ubi dan melinjo”
4. Rajin
Seperti dalam kutipan cerpen:
“Jamilah tumbuh menjadi remaja putri yang jelita. Sehari-hari, selain memasak, Jamilah juga mengurusi sawah dan ladang orang tua angkatnya. Hal itu membuat fisik Jamilah terlatih dengan baik.”
Daftar Pustaka
Sahputra, Rinal. 2023. Cerpen Senyum di Wajah Jamilah. https://app.komp.as/hkHkbHHTcd3Lt6Bz9 . (24 Oktober 2023)
Komentar
Posting Komentar