Nilai Dalam Cerpen Karya Sastra Dien Wijayatiningrum: Pertemuan Dengan Bapak
Nama Saya Ameliya Ditasya dengan NIM 23016135, saya akan menyampaikan beberapa pesan atau nilai yang saya dapat dari membaca cerpen karya sastra dari Dien Wijayatiningrum yang berjudul “Pertemuan Dengan Bapak”
Cerpen ini menceritakaan tentang Nabila, seorang anak yang merasakan perceraian rumah tangga ibu dan bapaknya, dengan alasan ibunya sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap bapaknya. Kemudian kematian bapaknya dikarenakan sakit dan ibunya yang meminta restu bahwa ia akan menikah dengan kekasih masa remajanya. Nabila sering mimpi bertemu dengan bapaknya ia bisa melihat bapak berjalan di tengah kebun albasiah yang sangat luas. Tidak satu dua kali dia bertemu dengan bapak di dalam mimpinya, di setiap mimpinya bapak berada di tempat yang indah dan tenang, tetapi bapak tidak bisa dia peluk ataupun dia sentuh. Hingga suatu saat dimana ia bisa merasakan pelukan dan sentuhan bapak tanpa adanya halangan, karena dia sudah berada di tempat yang sama dengan bapak.
Sinopsis:
Bapakku adalah lelaki tabah yang terus memelihara kesepian di dalam dirinya selama bertahun-tahun, hingga maut memapahnya ke surga. Kesepian itu kerap mengamuk seperti ombak pasang yang berulah di lautan dan bisa meruntuhkan lelaki tua itu kapan saja.
Tapi Bapak bukan istana pasir yang mudah dilebur ombak, Ia adalah batu kokoh yang membiarkan tubuhnya dihantam pasang kesepian tanpa pernah ambruk. Alih-alih membiarkan amukan sepi membuat hidup Bapak lepas kendali dan putus asa, ia memilih untuk menyapih dan berkarib dengan kesepian itu.
Bapak sangat percaya, kesetiaan kepada janji pernikahan, akan mengantar jiwanya ke surga. Barangkali, hanya surga yang ia harapkan sebagai upah atas jerih payah meredam rindu dan patah hati juga menyapih sepi. “Kesetiaan pada Tuhan akan membawa ruhmu ke surga. Kesetiaan mematuhi janji Tuhan dalam pernikahan pun sama, akan membawamu ke sana. Melanggar janji pernikahan adalah kemenangan Iblis, sebab ia telah berhasil membuat teman di neraka.” Aku masih merasakan duka yang luar biasa atas kehilangan Bapak, saat Ibu meminta restu untuk menikah dengan kekasih masa remajanya. Jelas tidak ada alasan bagiku untuk tidak mengizinkan Ibu menikah kembali.
Dengan gemetar aku bangun, segenap kekuatan aku siapkan, mulutku sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Air mata mulai menggenang dan kurasakan tanganku sangat dingin. Laki-laki itu maju pelan-pelan untuk merengkuhku, jantungku semakin berlari.
Kuambil dengan cepat pisau yang tersimpan di meja dan kutikamkan berkali-kali di tubuhnya. Setelah itu, aku tidak merasakan apa-apa lagi. Selain mendengar jeritan Ibu dan merasakan sesuatu yang dingin di perutku.
”Kau memang setan!”
Itulah salamku yang pertama pada lelaki itu, sebelum semuanya menjadi gelap dan aneh. Aku mengingat semuanya dan merasa bahagia sebab pisau itu telah mengantarku pada Bapak, pada surga orang-orang yang setia.
Pesan dan nilai-nilai yang dapat di ambil:
1. Tidak membenci seseorang yang telah melahirkanmu apapun masalahnya.
Ibu adalah seseorang yang sudah bersusah payah melahirkan dan merawat kita dari kecil hingga dewasa. Apapun kesalahan ibu tetaplah untuk hormat kepadanya, seperti dalam kutipan cerpen:
”Cintailah Ibumu dengan tulus. Menemaniku telah membuatnya menderita. Jangan engkau ulang penderitannya.” Pesan bapak
“Sesekali waktu di akhir pekan, aku memang masih mengunjungi Ibu, sekadar menunaikan janjiku kepada Bapak sebelum ia meninggal.”
“Tadi pagi Ibu menelepon, ia mengatakan dirinya sakit dan memintaku untuk datang menjenguk. Aku ambil cuti dan pergi ke rumah Ibu…”
2. Melepas sesuatu walaupun sebenarnya kita tidak ingin, demi untuk kebahagiaannya.
Melepas yang sebenarnya tidak ingin kita lepas merupakan sabar yang paling padam, melepas untuk kebahagiaannya meskipun diri sendiri tersakiti. Seperti dalam kutipan cerpen:
“Bapak, lelaki berusia enam puluh tahun yang harus bertabah hati menerima kenyataan bahwa Istrinya tidak ingin bersama-sama lagi.”
“Bapak menerima permintaan perempuan yang dicintainya dengan tenang, tanpa pertengkaran.”
Daftar Pustaka
Dien Wijayatiningrum. 2023. Cerpen Pertemuan Dengan Bapak. https://app.komp.as/UL9JA7jkkY5anb1N9 . (23 oktober 2023)
Komentar
Posting Komentar